MAN BABAT JUARA 3 TINGKAT NASIONAL LOMBA AGRICULTURAL ENGINEERING EVENT (AEE) 2017 TINGKAT SISWA NASIONAL

 

Tema utama dalam lomba Agricultural Engineering Event (AEE) 2017 adalah “Peran Inovatif  Agrotechnopreneur  dalam  Revitalisasi   Pertanian  Berbasis  Teknologi  Guna Mewujudkan Indonesia Sukses Swasembada Pangan”. Rincian topik penelitian dalam Lomba Exstended Abstract AEE 2017 ini mencakup aspek-aspek dalam bidang Agro-Teknologi yang teraplikasi, yaitu: Inovasi Pertanian Modern; Wirausaha Berbasis Pertanian; Peningkatan Kualitas Hasil Pertanian

Naskah  yang  dikirim  oleh  setiap  tim  merupakan  gambaran  mengenai  karya  tulis secara garis besar yang dilengkapi dengan judul, nama ketua dan anggota, asal sekolah, email ketua tim dan kata kunci. Dalam kesempatan lomba ini Tim Ekstra Karya Ilmiah Remaja dari MAN babat mengirim tujuh karya. Setelah melalui tahap seleksi oleh panitia akan dipilih 10 finalis terbaik, dan alhjamdulillah dari MAN Babat masuk empat Tim, yang  kemudian  dilanjutkan  dengan  tahap  grandfinal  dimana  setiap  peserta mempresentasikan karya yang telah di buat. Dalam seleksi  grandfinal  setiap  tim    mempresentasikan  karya  tulisnya  dalam bentuk powerpoint di depan dewan juri.

Lamongan mendominasi finalis. Dari 10 finalis tingkat nasional, tim yang berasal dari kabupaten Lamongan ada enam tim, yaitu ; empat tim dari MAN BABAT; dua tim MAN Lamongan, sedangkan tim yang lain adalah satu tim dari Jakarta; satu tim dari Semarang; Satu tim dari Sidoarjo dan satu tim dari Kertosono. Dalam tahap grandfinal akan dipilih 3 pemenang yang terdiri dari juara I, II dan III (berdasarkan nilai tertinggi), salah satu tim dari MAN babat memperoleh juara 3. Yaitu tim yang beranggotakan Nisfi Febrianti dan Mirza Alfaidatisna dengan judul karya METAOR: Media Tanam Organic Dari Tongkol Jagung Dan Limbah Tahu.

Melimpahnya limbah hasil pertanian jagung yang berupa tongkol jagung ketika musim panen, menjadi perhatian khusus peneliti. Tongkol jagung yang mempunyai kandungan nitrogen salah satu unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman perlu dimanfaatkan. Sementara dampak dari adanya home industry tahu juga menghasilkan limbah padat berupa ampas tahu. Tekstur yang lembek dan berair juga kandungan nitrogennya sangat mendukung media tanam pembibitan tanaman.

Beriringan dengan kemajuan teknologi informasi maka pengetahuan masyarakat tentang makanan sehat bertambah baik. Masyarakat menyadari akan pentingnya sayuran dalam menu makanan. Maka kebutuhan sayur salah satunha adalah sawi. Kenapa sawi? Karena sayuran sawi yang memiliki kandungan diantaranya protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, dan lain sebagainya yang sangat baik untuk kesehatan manusia.

Dari tiga fakta tentang tongkol jagung, limbah ampas tahu, dan tanaman sawi maka peneliti berinovasi untuk membuat media tanam organic (Metaor) pada tanaman sawi dari bahan tongkol jagung dan ampas tahu, sebagai usaha meningkatkan produk pertania baik secara kualitas maupun kuantitas.

Media tanam organic yang kemudian disebut “Metaor” merupakan media tanam yang mempunyai tekstur empuk, banyak rongga udara, lembab, dan kaya nutrisi terutama nitrogen. Oleh karenanya Metaor bisa di terapkan untuk banyak tanaman, terutama dalam masa penyemaian. Dalam penelitian ini Metaor memang hanya diujikan pada tanaman sawi. Metaor bisa digunakan oleh semua kalangan dari usia anak-anak hingga dewasa karena Metaor aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Metaor bisa digunakan di semua daerah, di kota maupun di desa, di dataran tinggi maupun di dataran rendah.

 

 

By: Edi Puwanto, S.Pd (Pembina KIR MAN Babat)

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email